Minggu, 26 Juni 2011

Theories of International Integration and Cooperation: IR’s matter

Sejarah teori ini muncul pasca Perang Dunia II. Berkembang di Eropa, diawali dengan terbentuknya European Steel and Coal Community (Komunitas Batubara dan Baja Eropa) pada 1951. Tujuan jangka panjang adalah sebagai upaya mengurangi konflik. Sedangkan untuk jangka pendek sebagai resolusi konflik.
Definisi Integrasi
  John Galtung: The creation of new actors
  Karl Deutsch: Turning previously separate entities into components of a coherent system
  Definisi : Integrasi adalah proses yang mengarah pada kondisi untuk membangun komunitas politik baru dan institusi supranasional/intergovernmental dengan menyerahkan sebagian kekuasaan negara.
Teori-teori Integrasi
        Supranasionalisme:
  1. Federalisme
  2. Fungsonalisme
  3. Neofungsionalisme
  4. Transaksionalisme
  5. Interdependensi Kompleks
      Intergovermentalisme
Fungsionalisme
      Dikemukakan oleh David Mitrany dalam buku “The Fuctional Approach to World organization” dan “A Working Peace System”.
      Definisi : integrasi dalam bidang – bidang non-politik yang diharapkan akan semakin meluas (spill-over) integrasinya apabila unit – unit yang terlibat mendapatkan keuntungan dan keterlibatannya dalam integrasi tersebut.
Neofungsionalisme
      Dikemukakan oleh Ernst Haas dalam tulisannya yang berjudul “The Uniting of Europe”
      Definisi : bentuk integrasi yang memerlukan beberapa prakondisi unutk mencapai komunitas Supra-nasional.
      Strategi ini menitik beratkan pada proses kerjasama dalam perumusan keputusan serta sikap para elit dalam memperhitungkan kemajuan menuju integrasi.
Intergovernmentalisme
      Ditulis oleh Stanley Hoffman dalam tulisan berjudul “Obstinate or Obsolete? The Fate of Nation-State and the Case of Western Europe”
      Muncul ketika proses integrasi Eropa terhambat akibat kebijakan Presiden Prancis, Charles de Gaulle pada   1960-an
      Hoffman à politik internasional adalah interaksi antar negara-negara yang punya kepentingan sendiri-sendiri
      Negara berusaha melindungi kedaulatan mereka dari sistem yang anarkis
      Namun, intergovernmentalisme mengakui:
            1. adanya kemugkinan kerjasama,
            2. norma yang mengatur politik internasional
            3. pengaruh politik domestik
      Kerjasama antarnegara mengubah sistem interaksi negara, tetapi tidak menghilangkan kedaulatan negara
      Integrasi terjadi ketika negara - negara berdaulat, yang punya national interest berbeda, bernegosiasi tentang suatu penjanjian kerjasama = INTERGOVERNMENTALISME
Regionalisme
      Para teoritisi regionalis mengajukan beberapa integrasi kawasan. Rogers D. Masters melihat integrasi dari struktur organisasi negara yang terlibat (dalam hal ini negara satu kawasan), struktur tersebut membentuk  mulai dari minimalis sampai yang paling besar.
      Perbedaan bentuk integrasi yang muncul setelah Perang Dunia II (old regionalism) dan yang banyak berkembang pada tahun 80-90 an (new regionalism).
Catatan: tulisan ini dibuat berdasarkan hasil kerja kelompok atas tugas presentasi yang diberikan dosen kami. Oleh karena itu, hargai pikiran dan hasil karya orang lain dengan menyertakan sumber. Terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minggu, 26 Juni 2011

Theories of International Integration and Cooperation: IR’s matter

Sejarah teori ini muncul pasca Perang Dunia II. Berkembang di Eropa, diawali dengan terbentuknya European Steel and Coal Community (Komunitas Batubara dan Baja Eropa) pada 1951. Tujuan jangka panjang adalah sebagai upaya mengurangi konflik. Sedangkan untuk jangka pendek sebagai resolusi konflik.
Definisi Integrasi
  John Galtung: The creation of new actors
  Karl Deutsch: Turning previously separate entities into components of a coherent system
  Definisi : Integrasi adalah proses yang mengarah pada kondisi untuk membangun komunitas politik baru dan institusi supranasional/intergovernmental dengan menyerahkan sebagian kekuasaan negara.
Teori-teori Integrasi
        Supranasionalisme:
  1. Federalisme
  2. Fungsonalisme
  3. Neofungsionalisme
  4. Transaksionalisme
  5. Interdependensi Kompleks
      Intergovermentalisme
Fungsionalisme
      Dikemukakan oleh David Mitrany dalam buku “The Fuctional Approach to World organization” dan “A Working Peace System”.
      Definisi : integrasi dalam bidang – bidang non-politik yang diharapkan akan semakin meluas (spill-over) integrasinya apabila unit – unit yang terlibat mendapatkan keuntungan dan keterlibatannya dalam integrasi tersebut.
Neofungsionalisme
      Dikemukakan oleh Ernst Haas dalam tulisannya yang berjudul “The Uniting of Europe”
      Definisi : bentuk integrasi yang memerlukan beberapa prakondisi unutk mencapai komunitas Supra-nasional.
      Strategi ini menitik beratkan pada proses kerjasama dalam perumusan keputusan serta sikap para elit dalam memperhitungkan kemajuan menuju integrasi.
Intergovernmentalisme
      Ditulis oleh Stanley Hoffman dalam tulisan berjudul “Obstinate or Obsolete? The Fate of Nation-State and the Case of Western Europe”
      Muncul ketika proses integrasi Eropa terhambat akibat kebijakan Presiden Prancis, Charles de Gaulle pada   1960-an
      Hoffman à politik internasional adalah interaksi antar negara-negara yang punya kepentingan sendiri-sendiri
      Negara berusaha melindungi kedaulatan mereka dari sistem yang anarkis
      Namun, intergovernmentalisme mengakui:
            1. adanya kemugkinan kerjasama,
            2. norma yang mengatur politik internasional
            3. pengaruh politik domestik
      Kerjasama antarnegara mengubah sistem interaksi negara, tetapi tidak menghilangkan kedaulatan negara
      Integrasi terjadi ketika negara - negara berdaulat, yang punya national interest berbeda, bernegosiasi tentang suatu penjanjian kerjasama = INTERGOVERNMENTALISME
Regionalisme
      Para teoritisi regionalis mengajukan beberapa integrasi kawasan. Rogers D. Masters melihat integrasi dari struktur organisasi negara yang terlibat (dalam hal ini negara satu kawasan), struktur tersebut membentuk  mulai dari minimalis sampai yang paling besar.
      Perbedaan bentuk integrasi yang muncul setelah Perang Dunia II (old regionalism) dan yang banyak berkembang pada tahun 80-90 an (new regionalism).
Catatan: tulisan ini dibuat berdasarkan hasil kerja kelompok atas tugas presentasi yang diberikan dosen kami. Oleh karena itu, hargai pikiran dan hasil karya orang lain dengan menyertakan sumber. Terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar