Minggu, 26 Juni 2011

Liberalisme dan Neoliberalisme

LIBERALISME adalah paham yang menghendaki keamanan dan perdamaian yang mana kondisi tersebut akan tercapai jika aktor aktornya menggiatkan kerjasama. Example: kerjasama dalam perdagangan dan pertukaran teknologi dll. (Non-Govermental Organization dan Inter-Govermental Organization)

Liberalisme pasca perang dunia 2
1. LIBERALISME SOSIOLOGIS: Hubungan antar rakyat lebih kooperatif dibanding dengan pemerintah
2. LIBERALISME INTERDEPENDENSI: Aktor-aktor transnasional semakin penting, kekuatan militer kurang berguna, kesejahteraan bukan keamanan adalah tujuan dominan negara-negara
3. LIBERALISME INSTITUSIONAL: Institusional bertujuan untuk memajukan kerjasama diantara negara-negara dan mengurangi masalah yang berkenaan dengan ketidakpercayaan antar negara serta mengurangi ketakutan negara satu sama lain
4. LIBERALISME REPUBLIKAN: Negara2 demokrasi tidak berperang satu sama lain karena budaya domestiknya atas penyelesaian konflik secara damai, kerjasama ekonomi dan interdependensinya yang menguntungkan

Neoliberalisme
Neo-Liberalis dan Neo-Realis sama-sama menekankan struktur dalam sistem internasional, organisasi internasional merupakan hal yang mutlak bagi kerjasama namun keberadaannya sangat bergantung kepada negara. Neoliberalisme berusaha memperbarui liberalisme dengan menyetujui asumsi neorealis bahwa negara-negara adalah aktor-aktor kunci dalam hubungan internasional, tetapi tetap mempertahankan pendapat bahwa aktor-aktor bukan negara dan organisasi-organisasi antarpemerintah adalah juga penting.
Kaum neoliberal memandang adanya sebuah institusi ditujukan sebagai mediator atau perantara untuk mencapai kerjasama antara aktor di dalam sistem internasional. Keadaan saling tergantung satu sama lain yang terus meningkat selama dan sesudah Perang Dingin menyebabkan neoliberalisme didefinisikan sebagai institusionalisme.

Logika utama dan asumsi dasar:
• Aktor utama tidak hanya negara
• Sistem cenderung anarki
• Saling ketergantungan antarnegara
• Kerjasama yang saling menguntungkan
• Ekonomi dan perdagangan sebagai peredam konflik Perdebatan antara liberalisme vs realisme

Perdebatan antara liberal vs realis 
Terjadi sekitar Perang dingin kedua berkenaan dengan sifat dasar manusia. Liberal mengambil pandangan positif dan realis cenderung negatif yang melihat manusia itu jahat. HANS MORGENTHAU mengkritik liberal dengan substansi “Anda telah salah memahami politik sebab anda telah salah memperkirakan sifat manusia”(waltz 1959 :40)
• Realis: tidak progresif terhadap sejarah. Bahwasanya negara tetap negara meskipun ada perubahan sejarah yang mana selalu hidup dalam sistem anarki yang tidak berubah.
• Liberal: sejarah = potential progresif
• Neorealis memandang bahwa liberal cenderung hidup sejak dulu tanpa mencegah konflik kekerasan diantara negara-negara
Collective Security
• Adalah Kejadian yang terjadi pada suatu negara misalnya isu keamanan juga menjadi perhatian negara lain dan oleh karena itu negara secara kolektif mesti berkumpul untuk mengatasinya.
• Ini membentuk norma keamanan kolektif yang melatarbelakangi pentingnya untuk mendirikan suatu pemerintah dunia dan insitusi internasional untuk memfasilitasi konflik kepentingan yang ada

Catatan: tulisan ini dibuat berdasarkan hasil kerja kelompok atas tugas presentasi yang diberikan dosen kami. Oleh karena itu, hargai pikiran dan hasil karya orang lain dengan menyertakan sumber. Terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minggu, 26 Juni 2011

Liberalisme dan Neoliberalisme

LIBERALISME adalah paham yang menghendaki keamanan dan perdamaian yang mana kondisi tersebut akan tercapai jika aktor aktornya menggiatkan kerjasama. Example: kerjasama dalam perdagangan dan pertukaran teknologi dll. (Non-Govermental Organization dan Inter-Govermental Organization)

Liberalisme pasca perang dunia 2
1. LIBERALISME SOSIOLOGIS: Hubungan antar rakyat lebih kooperatif dibanding dengan pemerintah
2. LIBERALISME INTERDEPENDENSI: Aktor-aktor transnasional semakin penting, kekuatan militer kurang berguna, kesejahteraan bukan keamanan adalah tujuan dominan negara-negara
3. LIBERALISME INSTITUSIONAL: Institusional bertujuan untuk memajukan kerjasama diantara negara-negara dan mengurangi masalah yang berkenaan dengan ketidakpercayaan antar negara serta mengurangi ketakutan negara satu sama lain
4. LIBERALISME REPUBLIKAN: Negara2 demokrasi tidak berperang satu sama lain karena budaya domestiknya atas penyelesaian konflik secara damai, kerjasama ekonomi dan interdependensinya yang menguntungkan

Neoliberalisme
Neo-Liberalis dan Neo-Realis sama-sama menekankan struktur dalam sistem internasional, organisasi internasional merupakan hal yang mutlak bagi kerjasama namun keberadaannya sangat bergantung kepada negara. Neoliberalisme berusaha memperbarui liberalisme dengan menyetujui asumsi neorealis bahwa negara-negara adalah aktor-aktor kunci dalam hubungan internasional, tetapi tetap mempertahankan pendapat bahwa aktor-aktor bukan negara dan organisasi-organisasi antarpemerintah adalah juga penting.
Kaum neoliberal memandang adanya sebuah institusi ditujukan sebagai mediator atau perantara untuk mencapai kerjasama antara aktor di dalam sistem internasional. Keadaan saling tergantung satu sama lain yang terus meningkat selama dan sesudah Perang Dingin menyebabkan neoliberalisme didefinisikan sebagai institusionalisme.

Logika utama dan asumsi dasar:
• Aktor utama tidak hanya negara
• Sistem cenderung anarki
• Saling ketergantungan antarnegara
• Kerjasama yang saling menguntungkan
• Ekonomi dan perdagangan sebagai peredam konflik Perdebatan antara liberalisme vs realisme

Perdebatan antara liberal vs realis 
Terjadi sekitar Perang dingin kedua berkenaan dengan sifat dasar manusia. Liberal mengambil pandangan positif dan realis cenderung negatif yang melihat manusia itu jahat. HANS MORGENTHAU mengkritik liberal dengan substansi “Anda telah salah memahami politik sebab anda telah salah memperkirakan sifat manusia”(waltz 1959 :40)
• Realis: tidak progresif terhadap sejarah. Bahwasanya negara tetap negara meskipun ada perubahan sejarah yang mana selalu hidup dalam sistem anarki yang tidak berubah.
• Liberal: sejarah = potential progresif
• Neorealis memandang bahwa liberal cenderung hidup sejak dulu tanpa mencegah konflik kekerasan diantara negara-negara
Collective Security
• Adalah Kejadian yang terjadi pada suatu negara misalnya isu keamanan juga menjadi perhatian negara lain dan oleh karena itu negara secara kolektif mesti berkumpul untuk mengatasinya.
• Ini membentuk norma keamanan kolektif yang melatarbelakangi pentingnya untuk mendirikan suatu pemerintah dunia dan insitusi internasional untuk memfasilitasi konflik kepentingan yang ada

Catatan: tulisan ini dibuat berdasarkan hasil kerja kelompok atas tugas presentasi yang diberikan dosen kami. Oleh karena itu, hargai pikiran dan hasil karya orang lain dengan menyertakan sumber. Terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar