Tadi pagi saya terkejut karena menerima paket berwarna hitam dari Inggris..
Yah, serius dari Inggris sono. Waw, saya terkejut, terkesima, heran bercampur terharu karena paket tersebut dikirimkan oleh University of Birmingham, Inggris. Paket tersebut tiba di rumah saya kemarin dan orang di rumah saya bahkan tidak tahu siapa yang mengirimnya. Ya, memang kurang lebih 2 minggu yang lalu saya meminta dikirimi "prospectus", semacam brosur atau bahan promosi dari universitas itu bagi siapa saja yang menginginkannya. Ketika itu saya mengurus semuanya lewat email sehingga saya tidak menyangka bahwa prospectus tersebut benar-benar dikirimkan ke rumah saya, nun jauh di Indonesia ini.
Saya jadi bertanya-tanya, adakah universitas atau institut di Indonesia yang mau bersusah payah mengirimkan brosur pada "calon mahasiswa" mereka di luar negeri. Hampir bisa dipastikan tidak ada. Apalagi jika mereka mengirimkannya gratis. Padahal prospectus yang saya terima kemarin benar-benar gratis, saya tidak dipungut biaya sepeser pun, baik ongkos kirim maupun ongkos cetaknya. Makanya saya jadi miris dengan pendidikan di Indonesia saat ini bila dibandingkan dengan pendidikan di Inggris, terutama dari kualitas layanan pendidikannya.
Lalu saya pun iseng browsing di internet untuk mencari tahu universitas-universitas di Inggris lain dan ingin request prospectus lagi. Sekedar info bagi Pembaca sekalian, saya sangat terpesona dengan Inggris dan suatu hari saya pasti kesana, saya janji. Pilihan pertama saya adalah LSE (London School of Economics and Politics), sekolahnya Pak Marty Natalegawa dulu. Lalu saya juga mengecek website-nya University of Exeter, universitas almamater salah satu dosen saya. Tapi semakin banyak saya cek situs-situs itu semakin bingung saya dalam menentukan pilihan. Setelah S1 ini lalu saya mau kemana? Apa yang saya cari? Apa gengsi, prestise dan kehidupan glamor warga London jika saya ke LSE? Apa suasana yang tenang dan nyaman di pinggiran Inggris seperti di Exeter? Atau suasana modern dan urban style-nya kota Birmingham bila saya ke University of Birmingham?
Tak mudah untuk menentukan pilihan. Lagi pula masih ada 2 tahun lagi waktu saya untuk memutuskan. Yang jelas hari ini saya senang dengan kiriman dari Inggirs, bingung mau ke LSE, UB atau UE, dan tetap miris dengan kondisi pendidikan Indonesia. Life is too confusing to be understood....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jumat, 17 Juni 2011
Kuliah S1 lalu kemana?? Miris dengan Pendidikan di Indonesia
Tadi pagi saya terkejut karena menerima paket berwarna hitam dari Inggris..
Yah, serius dari Inggris sono. Waw, saya terkejut, terkesima, heran bercampur terharu karena paket tersebut dikirimkan oleh University of Birmingham, Inggris. Paket tersebut tiba di rumah saya kemarin dan orang di rumah saya bahkan tidak tahu siapa yang mengirimnya. Ya, memang kurang lebih 2 minggu yang lalu saya meminta dikirimi "prospectus", semacam brosur atau bahan promosi dari universitas itu bagi siapa saja yang menginginkannya. Ketika itu saya mengurus semuanya lewat email sehingga saya tidak menyangka bahwa prospectus tersebut benar-benar dikirimkan ke rumah saya, nun jauh di Indonesia ini.
Saya jadi bertanya-tanya, adakah universitas atau institut di Indonesia yang mau bersusah payah mengirimkan brosur pada "calon mahasiswa" mereka di luar negeri. Hampir bisa dipastikan tidak ada. Apalagi jika mereka mengirimkannya gratis. Padahal prospectus yang saya terima kemarin benar-benar gratis, saya tidak dipungut biaya sepeser pun, baik ongkos kirim maupun ongkos cetaknya. Makanya saya jadi miris dengan pendidikan di Indonesia saat ini bila dibandingkan dengan pendidikan di Inggris, terutama dari kualitas layanan pendidikannya.
Lalu saya pun iseng browsing di internet untuk mencari tahu universitas-universitas di Inggris lain dan ingin request prospectus lagi. Sekedar info bagi Pembaca sekalian, saya sangat terpesona dengan Inggris dan suatu hari saya pasti kesana, saya janji. Pilihan pertama saya adalah LSE (London School of Economics and Politics), sekolahnya Pak Marty Natalegawa dulu. Lalu saya juga mengecek website-nya University of Exeter, universitas almamater salah satu dosen saya. Tapi semakin banyak saya cek situs-situs itu semakin bingung saya dalam menentukan pilihan. Setelah S1 ini lalu saya mau kemana? Apa yang saya cari? Apa gengsi, prestise dan kehidupan glamor warga London jika saya ke LSE? Apa suasana yang tenang dan nyaman di pinggiran Inggris seperti di Exeter? Atau suasana modern dan urban style-nya kota Birmingham bila saya ke University of Birmingham?
Tak mudah untuk menentukan pilihan. Lagi pula masih ada 2 tahun lagi waktu saya untuk memutuskan. Yang jelas hari ini saya senang dengan kiriman dari Inggirs, bingung mau ke LSE, UB atau UE, dan tetap miris dengan kondisi pendidikan Indonesia. Life is too confusing to be understood....
Yah, serius dari Inggris sono. Waw, saya terkejut, terkesima, heran bercampur terharu karena paket tersebut dikirimkan oleh University of Birmingham, Inggris. Paket tersebut tiba di rumah saya kemarin dan orang di rumah saya bahkan tidak tahu siapa yang mengirimnya. Ya, memang kurang lebih 2 minggu yang lalu saya meminta dikirimi "prospectus", semacam brosur atau bahan promosi dari universitas itu bagi siapa saja yang menginginkannya. Ketika itu saya mengurus semuanya lewat email sehingga saya tidak menyangka bahwa prospectus tersebut benar-benar dikirimkan ke rumah saya, nun jauh di Indonesia ini.
Saya jadi bertanya-tanya, adakah universitas atau institut di Indonesia yang mau bersusah payah mengirimkan brosur pada "calon mahasiswa" mereka di luar negeri. Hampir bisa dipastikan tidak ada. Apalagi jika mereka mengirimkannya gratis. Padahal prospectus yang saya terima kemarin benar-benar gratis, saya tidak dipungut biaya sepeser pun, baik ongkos kirim maupun ongkos cetaknya. Makanya saya jadi miris dengan pendidikan di Indonesia saat ini bila dibandingkan dengan pendidikan di Inggris, terutama dari kualitas layanan pendidikannya.
Lalu saya pun iseng browsing di internet untuk mencari tahu universitas-universitas di Inggris lain dan ingin request prospectus lagi. Sekedar info bagi Pembaca sekalian, saya sangat terpesona dengan Inggris dan suatu hari saya pasti kesana, saya janji. Pilihan pertama saya adalah LSE (London School of Economics and Politics), sekolahnya Pak Marty Natalegawa dulu. Lalu saya juga mengecek website-nya University of Exeter, universitas almamater salah satu dosen saya. Tapi semakin banyak saya cek situs-situs itu semakin bingung saya dalam menentukan pilihan. Setelah S1 ini lalu saya mau kemana? Apa yang saya cari? Apa gengsi, prestise dan kehidupan glamor warga London jika saya ke LSE? Apa suasana yang tenang dan nyaman di pinggiran Inggris seperti di Exeter? Atau suasana modern dan urban style-nya kota Birmingham bila saya ke University of Birmingham?
Tak mudah untuk menentukan pilihan. Lagi pula masih ada 2 tahun lagi waktu saya untuk memutuskan. Yang jelas hari ini saya senang dengan kiriman dari Inggirs, bingung mau ke LSE, UB atau UE, dan tetap miris dengan kondisi pendidikan Indonesia. Life is too confusing to be understood....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar