Jumat, 24 Juni 2011

Penggunaan International English sebagai Bahasa Bisnis dan Komunikasi Dunia

Dokumen bisnis dan teknik yang digunakan oleh orang-orang yang berbahasa ibu bukan Bahasa Inggris harus sederhana, tidak ambigu dan bermakna literal. Idealnya, dokumen tersebut juga harus diedit untuk mempermudah penerjemahan. Dokumen-dokumen itu juga harus bersih dari unsur budaya yang bisa membelokkan makna. Setiap native speaker harus belajar mengedt dan merevisi dokumen mereka untuk kepentingan pembaca internasional.
            Ada sebuah lelucon saat perjalanan bisnis ke Timur Tengah. Pertanyaannya: jika seseorang yang bisa berbicara bermacam bahasa disebut multilingual dan yang bisa berbicara 2 bahasa disebut bilingual, apa sebutan bagi orang yang hanya bisa berbicara dalam 1 bahasa?
Jawaban: orang Amerika.
            Di tahun 1960-an, banyak yang berbicara tentang “Ugly Americans”-pelancong dari AS yang menganggap budaya, politik, dan peradaban negara lain terbelakang dan inferior. Karakteristiknya, orang-orang Amerika itu hanya bisa berbahasa Inggris (American English) dan terlebih, mereka kira jika mereka berbicara cukup keras dan cukup lambat, semua orang di seluruh dunia akan memahami mereka. Betapa picik pikiran orang-orang Amerika itu.
            Sekarang, wisatawan semacam itu, walaupun tidak lebih tercerahkan, setidaknya punya waktu yang lebih mudah dan situasi yang lebih mendukung. Hampir seperempat jumlah manusia di muka bumi dapat berbicara bahasa Inggris dengan cukup baik. Tetapi sebagian besar dari mereka, lebih dari semilyar penduduk dunia berbicara bahasa Inggris sebagai bahasa kedua, bukan bahasa ibu mereka. Walaupun banyak orang di seluruh dunia menentang penyebaran bahasa Inggris yang semakin cepat dan menggeser bahasa-bahasa lain, bahasa Inggris sebagian besar hanya digunakan sebagai second language, bukan first language. Tidak ada proyeksi demografis yang menunjukkan bahasa Inggris secara signifikan menjadi bahasa ibu bagi banyak orang dalam waktu singkat.
            Faktanya, British Organization malah memperkirakan bahwa proporsi dari English native speaker akan turun sepanjang abad ini dan mungkin jumlahnya akan dikalahkan oleh bahasa Hindi/Urdu. Bahkan, di Amerika Serikat bahasa Inggris telah dibayang-bayangi bahasa Spanyol (Gradol, 2000).  Sebagian dari para native speaker dan yang mempelajari penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional tidak mengharapkan bahasa Inggris untuk menggantikan bahasa-bahasa yang lain, kecuali mungkin pada penggunaan jurnal ilmiah. Sebaliknya, tujuan teks ini adalah mengingatkan siapapun yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik bahwa mereka memiliki tanggung jawab lebih ketika berkomunikasi dengan masyarakat yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Namun kami juga tidak menyarankan orang Amerika atau siapapun agar hanya mengerti bahasa Inggris. Hidup di abad ke-21, menjadi warga negara dan professional yang baik membutuhkan setidaknya kemampuan satu bahasa asing lain. Setidaknya cukup bagus untuk memperoleh teman selama bepergian ke luar negeri. Pengetahuan semacam ini akan meningkatkan kemampuan kita dalam menulis dan berbicara sesuai International English Style.
           
Sumber: The Elements of International English Style: A Guide to Writing Correspondence, Reports, Technical Documents and Internet Pages for a Global Audience. Edmond H. Weiss

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jumat, 24 Juni 2011

Penggunaan International English sebagai Bahasa Bisnis dan Komunikasi Dunia

Dokumen bisnis dan teknik yang digunakan oleh orang-orang yang berbahasa ibu bukan Bahasa Inggris harus sederhana, tidak ambigu dan bermakna literal. Idealnya, dokumen tersebut juga harus diedit untuk mempermudah penerjemahan. Dokumen-dokumen itu juga harus bersih dari unsur budaya yang bisa membelokkan makna. Setiap native speaker harus belajar mengedt dan merevisi dokumen mereka untuk kepentingan pembaca internasional.
            Ada sebuah lelucon saat perjalanan bisnis ke Timur Tengah. Pertanyaannya: jika seseorang yang bisa berbicara bermacam bahasa disebut multilingual dan yang bisa berbicara 2 bahasa disebut bilingual, apa sebutan bagi orang yang hanya bisa berbicara dalam 1 bahasa?
Jawaban: orang Amerika.
            Di tahun 1960-an, banyak yang berbicara tentang “Ugly Americans”-pelancong dari AS yang menganggap budaya, politik, dan peradaban negara lain terbelakang dan inferior. Karakteristiknya, orang-orang Amerika itu hanya bisa berbahasa Inggris (American English) dan terlebih, mereka kira jika mereka berbicara cukup keras dan cukup lambat, semua orang di seluruh dunia akan memahami mereka. Betapa picik pikiran orang-orang Amerika itu.
            Sekarang, wisatawan semacam itu, walaupun tidak lebih tercerahkan, setidaknya punya waktu yang lebih mudah dan situasi yang lebih mendukung. Hampir seperempat jumlah manusia di muka bumi dapat berbicara bahasa Inggris dengan cukup baik. Tetapi sebagian besar dari mereka, lebih dari semilyar penduduk dunia berbicara bahasa Inggris sebagai bahasa kedua, bukan bahasa ibu mereka. Walaupun banyak orang di seluruh dunia menentang penyebaran bahasa Inggris yang semakin cepat dan menggeser bahasa-bahasa lain, bahasa Inggris sebagian besar hanya digunakan sebagai second language, bukan first language. Tidak ada proyeksi demografis yang menunjukkan bahasa Inggris secara signifikan menjadi bahasa ibu bagi banyak orang dalam waktu singkat.
            Faktanya, British Organization malah memperkirakan bahwa proporsi dari English native speaker akan turun sepanjang abad ini dan mungkin jumlahnya akan dikalahkan oleh bahasa Hindi/Urdu. Bahkan, di Amerika Serikat bahasa Inggris telah dibayang-bayangi bahasa Spanyol (Gradol, 2000).  Sebagian dari para native speaker dan yang mempelajari penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional tidak mengharapkan bahasa Inggris untuk menggantikan bahasa-bahasa yang lain, kecuali mungkin pada penggunaan jurnal ilmiah. Sebaliknya, tujuan teks ini adalah mengingatkan siapapun yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik bahwa mereka memiliki tanggung jawab lebih ketika berkomunikasi dengan masyarakat yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Namun kami juga tidak menyarankan orang Amerika atau siapapun agar hanya mengerti bahasa Inggris. Hidup di abad ke-21, menjadi warga negara dan professional yang baik membutuhkan setidaknya kemampuan satu bahasa asing lain. Setidaknya cukup bagus untuk memperoleh teman selama bepergian ke luar negeri. Pengetahuan semacam ini akan meningkatkan kemampuan kita dalam menulis dan berbicara sesuai International English Style.
           
Sumber: The Elements of International English Style: A Guide to Writing Correspondence, Reports, Technical Documents and Internet Pages for a Global Audience. Edmond H. Weiss

Tidak ada komentar:

Posting Komentar