Dokumen bisnis dan teknik yang digunakan oleh
orang-orang yang berbahasa ibu bukan Bahasa Inggris harus sederhana, tidak
ambigu dan bermakna literal. Idealnya, dokumen tersebut juga harus diedit untuk
mempermudah penerjemahan. Dokumen-dokumen itu juga harus bersih dari unsur budaya
yang bisa membelokkan makna. Setiap native speaker harus belajar mengedt
dan merevisi dokumen mereka untuk kepentingan pembaca internasional.
Ada sebuah
lelucon saat perjalanan bisnis ke Timur Tengah. Pertanyaannya: jika seseorang
yang bisa berbicara bermacam bahasa disebut multilingual dan yang bisa
berbicara 2 bahasa disebut bilingual, apa sebutan bagi orang yang hanya bisa
berbicara dalam 1 bahasa?
Jawaban: orang Amerika.
Di tahun
1960-an, banyak yang berbicara tentang “Ugly Americans”-pelancong dari
AS yang menganggap budaya, politik, dan peradaban negara lain terbelakang dan
inferior. Karakteristiknya, orang-orang Amerika itu hanya bisa berbahasa
Inggris (American English) dan terlebih, mereka kira jika mereka
berbicara cukup keras dan cukup lambat, semua orang di seluruh dunia akan
memahami mereka. Betapa picik pikiran orang-orang Amerika itu.
Sekarang,
wisatawan semacam itu, walaupun tidak lebih tercerahkan, setidaknya punya waktu
yang lebih mudah dan situasi yang lebih mendukung. Hampir seperempat jumlah manusia
di muka bumi dapat berbicara bahasa Inggris dengan cukup baik. Tetapi sebagian
besar dari mereka, lebih dari semilyar penduduk dunia berbicara bahasa Inggris
sebagai bahasa kedua, bukan bahasa ibu mereka. Walaupun banyak orang di seluruh
dunia menentang penyebaran bahasa Inggris yang semakin cepat dan menggeser
bahasa-bahasa lain, bahasa Inggris sebagian besar hanya digunakan sebagai second
language, bukan first language. Tidak ada proyeksi demografis yang
menunjukkan bahasa Inggris secara signifikan menjadi bahasa ibu bagi banyak
orang dalam waktu singkat.
Faktanya,
British Organization malah memperkirakan bahwa proporsi dari English
native speaker akan turun sepanjang abad ini dan mungkin jumlahnya akan
dikalahkan oleh bahasa Hindi/Urdu. Bahkan, di Amerika Serikat bahasa Inggris
telah dibayang-bayangi bahasa Spanyol (Gradol, 2000). Sebagian dari para native speaker dan
yang mempelajari penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional tidak
mengharapkan bahasa Inggris untuk menggantikan bahasa-bahasa yang lain, kecuali
mungkin pada penggunaan jurnal ilmiah. Sebaliknya, tujuan teks ini adalah
mengingatkan siapapun yang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik bahwa
mereka memiliki tanggung jawab lebih ketika berkomunikasi dengan masyarakat
yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Namun kami juga tidak menyarankan
orang Amerika atau siapapun agar hanya mengerti bahasa Inggris. Hidup di abad
ke-21, menjadi warga negara dan professional yang baik membutuhkan setidaknya
kemampuan satu bahasa asing lain. Setidaknya cukup bagus untuk memperoleh teman
selama bepergian ke luar negeri. Pengetahuan semacam ini akan meningkatkan
kemampuan kita dalam menulis dan berbicara sesuai International English Style.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar