Aku tahu bagaimana perasaanmu, kerinduanmu dan keletihanmu pada
semua ini. Aku ada disini, siap sedia membantumu, mendengarkan segalah keluh
kesah dan kegundahanmu, menawarkan bahuku untukmu bersandar. Aku ada dan sebenarnya
aku ingin kau tahu bahwa rasa ini ada. Rasa ini tumbuh dari hari ke hari,
semakin mekar, semakin besar, hingga sesak nafas aku dibuatnya.
Aku sudah sering merasakan hal ini. Yah, setidaknya aku telah
berpengalaman sebelumnya terhadap cinta terlarang ini. Aku tidak tahu dan aku
tidak mengerti apakah ini perasaan kagum, suka, cinta, sayang atau perasaan
lainnya. Satu hal yang pasti, aku merasa melayang saat memikirkanmu. Aku
bahagia di dekatmu dan ingin selalu bersamamu. Sebenarnya pandanganku ini terlalu
naïf untuk orang sepertiku yang seharusnya sudah bisa bersikap dewasa. Tapi
siapa di dunia ini yang bisa bersikap bijaksana terhadap cinta? Semua orang
menjadi gila karena cinta. Aku mulai menjadi gila karenamu…
Hari itu aku tak berharap mengalami kisah cinta rumit sekali lagi.
Tetapi itu telah terjadi. Aku menyukaimu sejak pertama kita bertemu. Dan rasa
suka itu semakin hari semakin bertambah besar, menggunung, memberontak,
memancarkan lava asmara seiring aku mengenalmu. Hari-hariku seakan tak lengkap
bila belum melihat Facebook-ku dan mengecek profilmu. Dan selalu, setiap kal
kubuka FB selalu kucek apakah kau juga sedang online saat itu.
Maafkan aku, aku tak mungkin mengungkapkan perasaan ini padamu
secara langsung. Maafkan aku hanya berani berteman denganmu di dunia maya.
Maafkan aku telah memelihara dan menyimpan rasa ini. Seharusnya sejak hari itu,
sudah kubuang rasa itu jauh-jauh. Seharusnya aku tak pernah memikirkanmu lagi.
Seharusnya aku tahu bahwa kau tak mungkin kucintai.
Tapi apa hatiku mengerti? Hatiku betul-betul egois dan tak mau
mengerti. Aku tak ingin membela diri di hadapanmu tapi ini benar-benar terjadi
padaku. Pada hatiku. Aku (mungkin) menyukaimu, mencintaimu dan menginginkanmu.
Pikiranku sudah tak sanggup berpikir logis lagi dan aku ingin kau mengerti ini.
Walaupun aku yakin, pasti sulit bagimu menerima perasaanku.
Aku butuh bantuan dari orang lain dan darimu. Sebelum aku
benar-benar gila dan tenggelam dalam lautan cintamu. Sekian lama, kucoba
mengerti perasaanku tapi aku terlalu bodoh untuk memahaminya. Mungkin takkan
pernah bisa kumengerti Darimana, mengapa dan bagaimana aku bisa jatuh cinta
padamu. Mungkin memang benar bahwa aku ditakdirkan bukan untuk siapa-siapa dan
bukan untuk apa-apa.
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
(Chairil
Anwar-Aku)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar