Selasa, 05 Juli 2011

Kejatuhan Uni Soviet dan Runtuhnya Tembok Berlin

Runtuhnya Tembok Berlin, tepat duapuluh tahun silam, merupakan awal kejatuhan komunisme di Eropa Timur. Tembok ini merupakan lambang paling gamblang adanya Perang Dingin antara Amerika Serikat melawan Uni Sovyet. 

Jatuhnya Tembok Berlin tepat 20 tahun lalu memicu berakhirnya komunisme di Eropa Timur. Tembok tersebut juga merupakan garis pembatas yang memisahkan sekian banyak keluarga, dan membuat perjalanan dari Timur ke Barat nyaris tidak mungkin lagi. Berkat mulai mencairnya hubungan Washington dan Kremlin, pada musim panas 1989 Tirai Besi mulai menguak ...

Tanggal 9 November mendatang, Berlin akan memperingati runtuhnya Tembok Pemisah tersebut. Pada tanggal 7 Oktober 1989, Michail Gorbatsjov, pemimpin Uni Sovyet yang dikenal pro pembaruan, berada di Berlin, menghadiri perayaan 40 tahun berdirinya Republik Demokrasi Jerman. Di luar gedung tempat upacara peringatan berlangsung, polisi menindak keras sekelompok pengunjuk rasa.

Di dalam gedung, Michail Gorbatsjov memperingatkan pemimpin Jerman Timur, Erich Honecker, bahwa komunisme, tampaknya segera akan menjadi sejarah. Namun, keyakinan Erich Honecker pada komunisme tak tergoyahkan.

Pada tanggal 18 Oktober, ia disingkirkan oleh partainya sendiri. Penggantinya adalah Egon Krenz, yang menjanjikan pembaruan, tapi, ternyata tidak mampu menguasai gejolak ketidak-puasan masyarakat.

9 November kota Berlin memperingati jatuhnya Tembok.

Bagi otoritas Jerman Timur jelas sudah keadaan tidak dapat dipertahankan. 9  November fungsionaris partai, yaitu Günter Schabowski mengumumkan warga Jerman Timur akan mendapat peraturan baru untuk keluar dari negerinya 'Segera', katanya menjawab pertanyaan kapan pertauran baru itu akan berlaku. Televisi menayangkan langsung ucapan ini di Jerman Timur. Penduduk Jerman Timur secara massal langusng bertolak ke pos-pos perbatasan di Tembok Berlin. Penjaga perbatasan tidak berupaya menghadang massa. Setelah hampir 30 tahun runtuhlah Tembok Berlin.

Tembok Berlin tidak hanya berbentuk tembok secara fisik namun juga sebagi simbol pemisah antara ideologi kapitalisme Barat yang didengungkan AS dan ideologi komunisme yang dipimpin Uni Soviet. Tembok ini pertama kali dibangun pada akhir 1960-an dan selesai pasa tahun 1969. Sejak saat itu, perbatasan dijaga ketat. Tidak ada orang Jerman Timur yang boleh ke Barat. Sebaliknya, orang Jerman Barat harus mengantongi izin khusus dan dilarang menginap di Berlin Timur. Keadaan ini berlangsung selama hampir 30 tahun. Keluarga-keluarga dari Berlin Timur yang tak kuat dengan perlakuan pemerintah, banyak yang kabur ke Barat, karena Jerman Barat lebih menjanjikan kemajuan dan demokrasi.

Namun kini Jerman telah kembali bersatu. Dua Jerman menyatu kembali, 11 bulan setelah Tembok runtuh. Dua puluh tahun kemudian pemisahan antara dua bagian kota itu masih terasa kental. Kalau mengingat kembali ke masa itu banyak warga Jerman terutama bekas Jerman Timur yang terkejut dengan kecepatan pembangunan di tahun 1989 dan 1990: Dalam waktu singkat Tembok hilang dan dalam hitungan bulan saja, jalan-jalan sudah diaspal. Sangat menakjubkan. Hingga kini pemerintah Federal Jerman berusaha mengurangi kesenjanngan diantara kota-kota bekas Jerman Barat dan Jerman Timur. Tidak mudah memang, karena pembangunan kota-kota di Jerman Timur dulu sangat lambat. Namun berkat kerja keras pemerintah dan dukungan masyarakat, jurang pemisah antara Jerman Barat dan Jerman Timur kini mulai tertutup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selasa, 05 Juli 2011

Kejatuhan Uni Soviet dan Runtuhnya Tembok Berlin

Runtuhnya Tembok Berlin, tepat duapuluh tahun silam, merupakan awal kejatuhan komunisme di Eropa Timur. Tembok ini merupakan lambang paling gamblang adanya Perang Dingin antara Amerika Serikat melawan Uni Sovyet. 

Jatuhnya Tembok Berlin tepat 20 tahun lalu memicu berakhirnya komunisme di Eropa Timur. Tembok tersebut juga merupakan garis pembatas yang memisahkan sekian banyak keluarga, dan membuat perjalanan dari Timur ke Barat nyaris tidak mungkin lagi. Berkat mulai mencairnya hubungan Washington dan Kremlin, pada musim panas 1989 Tirai Besi mulai menguak ...

Tanggal 9 November mendatang, Berlin akan memperingati runtuhnya Tembok Pemisah tersebut. Pada tanggal 7 Oktober 1989, Michail Gorbatsjov, pemimpin Uni Sovyet yang dikenal pro pembaruan, berada di Berlin, menghadiri perayaan 40 tahun berdirinya Republik Demokrasi Jerman. Di luar gedung tempat upacara peringatan berlangsung, polisi menindak keras sekelompok pengunjuk rasa.

Di dalam gedung, Michail Gorbatsjov memperingatkan pemimpin Jerman Timur, Erich Honecker, bahwa komunisme, tampaknya segera akan menjadi sejarah. Namun, keyakinan Erich Honecker pada komunisme tak tergoyahkan.

Pada tanggal 18 Oktober, ia disingkirkan oleh partainya sendiri. Penggantinya adalah Egon Krenz, yang menjanjikan pembaruan, tapi, ternyata tidak mampu menguasai gejolak ketidak-puasan masyarakat.

9 November kota Berlin memperingati jatuhnya Tembok.

Bagi otoritas Jerman Timur jelas sudah keadaan tidak dapat dipertahankan. 9  November fungsionaris partai, yaitu Günter Schabowski mengumumkan warga Jerman Timur akan mendapat peraturan baru untuk keluar dari negerinya 'Segera', katanya menjawab pertanyaan kapan pertauran baru itu akan berlaku. Televisi menayangkan langsung ucapan ini di Jerman Timur. Penduduk Jerman Timur secara massal langusng bertolak ke pos-pos perbatasan di Tembok Berlin. Penjaga perbatasan tidak berupaya menghadang massa. Setelah hampir 30 tahun runtuhlah Tembok Berlin.

Tembok Berlin tidak hanya berbentuk tembok secara fisik namun juga sebagi simbol pemisah antara ideologi kapitalisme Barat yang didengungkan AS dan ideologi komunisme yang dipimpin Uni Soviet. Tembok ini pertama kali dibangun pada akhir 1960-an dan selesai pasa tahun 1969. Sejak saat itu, perbatasan dijaga ketat. Tidak ada orang Jerman Timur yang boleh ke Barat. Sebaliknya, orang Jerman Barat harus mengantongi izin khusus dan dilarang menginap di Berlin Timur. Keadaan ini berlangsung selama hampir 30 tahun. Keluarga-keluarga dari Berlin Timur yang tak kuat dengan perlakuan pemerintah, banyak yang kabur ke Barat, karena Jerman Barat lebih menjanjikan kemajuan dan demokrasi.

Namun kini Jerman telah kembali bersatu. Dua Jerman menyatu kembali, 11 bulan setelah Tembok runtuh. Dua puluh tahun kemudian pemisahan antara dua bagian kota itu masih terasa kental. Kalau mengingat kembali ke masa itu banyak warga Jerman terutama bekas Jerman Timur yang terkejut dengan kecepatan pembangunan di tahun 1989 dan 1990: Dalam waktu singkat Tembok hilang dan dalam hitungan bulan saja, jalan-jalan sudah diaspal. Sangat menakjubkan. Hingga kini pemerintah Federal Jerman berusaha mengurangi kesenjanngan diantara kota-kota bekas Jerman Barat dan Jerman Timur. Tidak mudah memang, karena pembangunan kota-kota di Jerman Timur dulu sangat lambat. Namun berkat kerja keras pemerintah dan dukungan masyarakat, jurang pemisah antara Jerman Barat dan Jerman Timur kini mulai tertutup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar