TIK telah menjadi kebutuhan yang sangat penting di zaman serba modern
seperti sekarang ini. Transfer data diharapkan makin cepat setiap harinya
sementara pengguna komputer semakin hari semakin bertambah. Hal ini memunculkan
masalah baru bagaimana caranya agar transfer data bisa lebih cepat, hemat, dan
efisien. Teknologi yang ada sekarang baru sebatas penggunaan Wi-Fi secara
missal oleh masyarakat terutama di institusi-institusi pendidikan seperti
kampus dan sekolah. Teknologi diatas Wi-Fi yaitu Wi-Max baru sebatas digunakan
kalangan tertentu saja karena biaya yang lebih mahal.
Jika banyak pengguna menggunakan telpon
genggam atau berselancar di internet pada saat yang bersamaan, maka transfer
data menjadi lamban. Ini mungkin terjadi di stadion sepak bola yang penuh. Di
New York, yang merupakan hotspot untuk penguna iPad, iPhone dan telpon pintar,
lambannya akses internet sudah menjadi keseharian. Menjelang maghrib, transfer
data nirkabel hampir tidak berfungsi lagi. Apalagi, gelombang yang digunakan
untuk mengirim data bisa saling menadirkan sehingga penerimaan data kerap
terganggu dan terputus-putus.
Di masa depan,
lampu jalanan dan bahkan lampu lalu-lintas dapat dimanfaatkan untuk
mentransmisikan data. Teknologi ini dapat merevolusi transfer data dan
kehidupan sehari-hari manusia. Jalur lebar nirkabel – kapan dan di mana saja,
lebih cepat daripada kecepatan rata-rata internet di rumah atau di kantor saat
ini. Teknologi ini memungkinkan banyak sekali aplikasi. Misalnya, transfer data
pasien di rumah sakit. Saat ini, itu belum bisa dilakukan karena transmisi data
terganggu oleh komputer tomografi. Kemungkinan lainnya adalah transfer data
video di ruang tamu untuk menonton film. Transfer data ini tidak dapat disadap,
karena cahaya tidak meninggalkan ruangan. Cahaya juga tidak menghasilkan smog
elektro yang kerap dikritik penggiat lingkungan. Selain itu, transfer data
melalui cahaya sangat hemat energi. Di seluruh dunia ada persaingan ketat untuk
meriset teknologi ini. Pemanfaatan cahaya, demikian dikatakan Haas, akan
merevolusi komunikasi nirkabel.
Peneliti
di perusahaan Siemens, Jerman juga telah berhasil mengembangkan teknologi ini. Namun peneliti Siemens telah berhasil memanfaatkan cahaya putih yang
dipancarkan oleh lampu LED menjadi media komunikasi wireless dengan kecepatan transfer data mencapai 500 Mbps (500 juta
bits per detik). Seperti yang dilansir oleh situs resmi Siemens, pada awalnya
para peneliti tersebut hanya dapat mencapai kecepatan 200 Mbps saja. Namun
setelah dilakukan penelitian yang lebih mendalam, rekor tersebut berhasil
dipecahkan sendiri menjadi 500 Mbps. Perangkat ini disebut sebagai VLC (Visible Light Communication)
yang berarti komunikasi melalui cahaya tampak.
Peluang teknologi baru ini sangat
menjanjikan. Sebagai contoh VLC dapat digunakan sebagai media alternatif
komunikasi nirkabel selain WiFi atau
HotSpot. VLC memiliki kelebihan sebagai berikut :
- Biaya perangkat
menjadi lebih murah karena VLC tidak membutuhkan pemancar dan penerima
sinyal radio digital berfrekuensi
tinggi seperti yang ditemukan pada WiFi. VLC hanya membutuhkan lampu LED
putih sebagai pemancar dan sensor cahaya sebagai penerimanya.
- Sinyal yang
dihasilkan oleh VLC tidak akan menginterferensi (mengganggu) sinyal radio
yang dipancarkan oleh perangkat nirkabel lainnya (seperti TV, Radio, WiFi,
atau perangkat radio lainnya) karena VLC sudah sangat jelas memiliki
panjang gelombang yang berbeda. VLC menggunakan panjang gelombang cahaya
tampak (cahaya lampu LED) sebagai media sedangkan perangkat radio
menggunakan panjang gelombang tidak tampak (sinyal radio) sebagai
medianya.
- Cocok digunakan
untuk komunikasi jarak pendek di dalam satu bangunan atau gedung. Pemancar
VLC dapat dipasang diatas langit-langit bangunan dengan penerima yang
dapat diletakkan di manapun didalam satu ruangan yang sama sehingga dapat
digunakan sebagai perangkat alternatif pengganti WiFi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar