Cobalah berhenti sejenak dari rutinitas Anda, dan tarik nafas panjang. Bagaimana
bau udara yang Anda hirup? Terasa segar? Terasa wangi? Atau menyesakkan dada?
Udara yang kita hirup menjadi indicator sederhana tentang keadaan lingkungan
kita. Jika kita sedang berada di kebun rumah yang asri, maka kita akan
merasakan udara segar. Jika kita terjebak di tengah kemacetan kota pada siang
hari, maka kita akan menemui udara yang sesak, panas, dan sama sekali tidak
nyaman.
Regents Park, Inggris
Regents Park, Inggris
Ya,
udara sangat penting bagi keberlangsungan makhluk hidup. Udara adalah salah
satu indicator lingkungan yang nyata, seberapa bersih dan nyaman lingkungan
kita. Sayangnya di Indonesia masyarakat masih kurang memperhatikan lingkungan. Coba
pikir, berapa banyak diantara kita yang masih sering buang sampah sembarangan?
Padahal kita semua tahu bahwa buang sampah sembarangan akan menimbulkan masalah lingkungan baru di kemudian
hari, seperti banjir serta bau yang tidak sedap. Oleh karena itu, saya ingin mengajak Anda sekalian sedikit merenung
mengenai pendidikan lingkungan.
Pendidikan lingkungan ini
bukan hal baru di luar negeri terutama di Eropa. Masyarakat Eropa sudah paham
dan sadar betul akan pentingnya menjada kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Sebagai contoh, anak muda di Jerman biasanya menghabiskan waktu luang untuk
melakukan kegiatan sosial dan salah satu kegiatan yang cukup digemari disana
adalah kegiatan lingkungan,seperti kerja bakti. Tidak hanya itu, di Eropa
tersedia banyak taman asri nan hijau yang dibangun oleh pemerintah kota dan
bisa dinikmati secara gratis. Masyarakat disana biasa menghabiskan waktu luang
mereka di taman kota yang penuh pepohonan untuk piknik atau berolahraga. Bandingkan
dengan disini, di Malang, hampir tidak ada taman kota. Kalaupun ada tidak penuh
dengan pepohonan tetapi hanya bunga-bungaan. Alun-alun Kota Malang memang ramai
dikunjungi setiap harinya, tetapi yang memanfaatkan kebanyakan adalah muda-mudi
yang sedang berpacaran.
Perlunya pendidikan
lingkungan
Untuk itu, saya menganggap perlu
adanya pendidikan lingkungan yang terintegrasi sejak pendidikan usia dini. Pendidikan
ini tidak masuk dalam pelajaran utama, tetapi masuk dalam muatan lokal. Sejak kecil,
anak-anak telah diajarkan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mulai
dari diri mereka sendiri. Tanamkan kecintaan pada alam dan pentingnya membuang
sampah pada tempatnya. Lalu ketika mereka cukup dewasa, ajarkan cara membuat
kompos, perlunya menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan dan cara mengurangi
efek global warming.
Saya sendiri sebenarnya belum
melakukan apa-apa yang bisa dianggap berharga bagi bumi ini. Saya hanya
mengingatkan pada diri saya sendiri untuk selalu membuang sampah pada
tempatnya, menggunakan bahan-bahan daur ulang dan ramah lingkungan, dan menghemat
energi. Namun, saya percaya jika setiap orang telah sadar akan lingkungan dan
mulai berkontribusi, maka lingkungan akan tetap lestari dan bumi kita akan
selamat. Saya sungguh berharap bahwa pemerintah akan serius memperhatikan
masalah lingkungan, termasuk dengan memasukkan pendidikan lingkungan ke dalam
kurikulum sistem pendidikan di Indonesia. Semoga masih ada waktu untuk menyelamatkan
lingkungan kita…..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar