Selasa, 28 Oktober 2014

Menuju ASEAN Community 2015, Bagaimana Kondisi Bahasa Inggris Kita?


*Sebelum mulai membaca, harap diingat ini tulisan curhat dari pengalaman pribadi saya, pengamatan dan survei kecil-kecilan. Tulisan ini juga disertai data, namun sebagian besar adalah pendapat pribadi penulis.

Sumber: micecapabilities.com
Saya tergelitik dengan topik ini sejak beberapa bulan yang lalu sejak saya menyadari teman-teman ASEAN saya lebih fasih berbahasa Inggris dibanding saya. Saya bergabung dalam sebuah forum  internet yang memiliki satu thread yang rajin saya ikuti, dimana di thread tersebut saya bertemu dengan teman-teman di dunia maya yang sudah seperti teman dan keluarga sendiri. Saat ramai, thread ini bisa dikunjungi oleh lebih dari 100 orang dan sekitar 20an orang yang sibuk berkomentar di thread itu, termasuk saya. Sekitar 5 orang berasal dari Filipina, 1 orang dari Malaysia, 2 dari Singapura, 1 dari Vietnam, 2 dari Indonesia (termasuk saya). Sisanya dari negara lain. Sedangkan pembuat thread itu berasal dari Filipina. 

Forum ini menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama sehingga para pengguna berdiskusi menggunakan bahasa Inggris. Terkadang ID mereka juga mencantumkan asal, sehingga kita bisa tahu darimana mereka berasal. Setelah berbulan-bulan bergabung di thread itu, saya kagum terhadap teman-teman saya orang Filipina dan Singapura. Mereka punya kemampuan bahasa Inggris yang sangat baik. Bahasa Inggris adalah salah satu dari 2 bahasa resmi yang digunakan di Filipina, selain Filipino (Tagalog). Sedangkan di Singapura bahasa Inggris adalah satu dari 4 bahasa resmi dan merupakan bahasa utama. Tidak mengherankan bukan jika mereka pandai berbahasa Inggris? Bukan itu saja, 2 teman saya dari Singapura yang kebetulan keturunan China mereka menggunakan bahasa Mandarin dan bahasa Inggris dalam kesehariannya. Selain itu, mereka juga bisa berbahasa Melayu, 1 orang fasih berbahasa Korea dan 1 orang lainnya bisa sedikit bahasa Korea dan Jepang. Di Indonesia, bisa lebih dari 2 bahasa saja sudah merupakan prestasi.

Selasa, 28 Oktober 2014

Menuju ASEAN Community 2015, Bagaimana Kondisi Bahasa Inggris Kita?


*Sebelum mulai membaca, harap diingat ini tulisan curhat dari pengalaman pribadi saya, pengamatan dan survei kecil-kecilan. Tulisan ini juga disertai data, namun sebagian besar adalah pendapat pribadi penulis.

Sumber: micecapabilities.com
Saya tergelitik dengan topik ini sejak beberapa bulan yang lalu sejak saya menyadari teman-teman ASEAN saya lebih fasih berbahasa Inggris dibanding saya. Saya bergabung dalam sebuah forum  internet yang memiliki satu thread yang rajin saya ikuti, dimana di thread tersebut saya bertemu dengan teman-teman di dunia maya yang sudah seperti teman dan keluarga sendiri. Saat ramai, thread ini bisa dikunjungi oleh lebih dari 100 orang dan sekitar 20an orang yang sibuk berkomentar di thread itu, termasuk saya. Sekitar 5 orang berasal dari Filipina, 1 orang dari Malaysia, 2 dari Singapura, 1 dari Vietnam, 2 dari Indonesia (termasuk saya). Sisanya dari negara lain. Sedangkan pembuat thread itu berasal dari Filipina. 

Forum ini menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama sehingga para pengguna berdiskusi menggunakan bahasa Inggris. Terkadang ID mereka juga mencantumkan asal, sehingga kita bisa tahu darimana mereka berasal. Setelah berbulan-bulan bergabung di thread itu, saya kagum terhadap teman-teman saya orang Filipina dan Singapura. Mereka punya kemampuan bahasa Inggris yang sangat baik. Bahasa Inggris adalah salah satu dari 2 bahasa resmi yang digunakan di Filipina, selain Filipino (Tagalog). Sedangkan di Singapura bahasa Inggris adalah satu dari 4 bahasa resmi dan merupakan bahasa utama. Tidak mengherankan bukan jika mereka pandai berbahasa Inggris? Bukan itu saja, 2 teman saya dari Singapura yang kebetulan keturunan China mereka menggunakan bahasa Mandarin dan bahasa Inggris dalam kesehariannya. Selain itu, mereka juga bisa berbahasa Melayu, 1 orang fasih berbahasa Korea dan 1 orang lainnya bisa sedikit bahasa Korea dan Jepang. Di Indonesia, bisa lebih dari 2 bahasa saja sudah merupakan prestasi.