*Sebelum mulai membaca, harap diingat ini tulisan curhat
dari pengalaman pribadi saya, pengamatan dan survei kecil-kecilan. Tulisan ini
juga disertai data, namun sebagian besar adalah pendapat pribadi penulis.
![]() |
| Sumber: micecapabilities.com |
Saya tergelitik dengan topik ini sejak beberapa bulan yang
lalu sejak saya menyadari teman-teman ASEAN saya lebih fasih berbahasa Inggris
dibanding saya. Saya bergabung dalam sebuah forum internet yang memiliki satu thread yang rajin saya ikuti, dimana di thread tersebut saya bertemu dengan
teman-teman di dunia maya yang sudah seperti teman dan keluarga sendiri. Saat ramai,
thread ini bisa dikunjungi oleh lebih
dari 100 orang dan sekitar 20an orang yang sibuk berkomentar di thread itu, termasuk saya. Sekitar 5
orang berasal dari Filipina, 1 orang dari Malaysia, 2 dari Singapura, 1 dari
Vietnam, 2 dari Indonesia (termasuk saya). Sisanya dari negara lain. Sedangkan
pembuat thread itu berasal dari
Filipina.
Forum ini menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama
sehingga para pengguna berdiskusi menggunakan bahasa Inggris. Terkadang ID
mereka juga mencantumkan asal, sehingga kita bisa tahu darimana mereka berasal.
Setelah berbulan-bulan bergabung di thread
itu, saya kagum terhadap teman-teman saya orang Filipina dan Singapura. Mereka
punya kemampuan bahasa Inggris yang sangat baik. Bahasa Inggris adalah salah
satu dari 2 bahasa resmi yang digunakan di Filipina, selain Filipino (Tagalog).
Sedangkan di Singapura bahasa Inggris adalah satu dari 4 bahasa resmi dan
merupakan bahasa utama. Tidak mengherankan bukan jika mereka pandai berbahasa
Inggris? Bukan itu saja, 2 teman saya dari Singapura yang kebetulan keturunan
China mereka menggunakan bahasa Mandarin dan bahasa Inggris dalam
kesehariannya. Selain itu, mereka juga bisa berbahasa Melayu, 1 orang fasih berbahasa
Korea dan 1 orang lainnya bisa sedikit bahasa Korea dan Jepang. Di Indonesia,
bisa lebih dari 2 bahasa saja sudah merupakan prestasi.
